Comedy Berujung Petaka

Comedy Berujung Petaka
Comedy Berujung Petaka
Comedy Berujung Petaka


Oleh : Indah Purnama
(Mahasiswa STEI Hamfara)

Mediaoposisi.com-Lawakan atau candaan sudah menjadi suatu hal yang lumrah di Indonesia. Banyak artis di Indonesia yang berprofesi sebagai pelawak, baik yang masih muda hingga yang sudah tau. Tak  sedikit pula orang-orang yang mengikuti kontes-kontes atau ajang-ajang pemilihan bintang pelawak atau stand up comedy.


Bagi mereka menjadi pelawak atau stand up comedy adalah disamping mendapatkan materi (uang), tapi sebuah pekerjaan yang menyenangkan, karena bisa menghibur seseorang atau membuat banyak orang tertawa. Namun, tak hanya kesenangan yang didapat, para comedian malah terkena masalah yang timbul akibat dari konten yang dibawakan saat melawak atau stand up comedy.

Salah satunya komika Joshua Suherman mantan penyanyi cilik yang menjadi sorotan public. Pasalnya materi yang dibawakan saat stand up comedy menuai kontroversi. “ Makanya Che, Islam, karena di Indonesia ini ada hal yang tidak bisa dikalahkan dengan apapun, mayoritas”.  Begitulah kurang lebih perkataan yang dilontarkan pelantun diobok-obok tersebut, yang membuat sakit hati setiap muslim yang mendengarnya.

Dan sekarang, dunia perlawakan kembali menoreh luka di hati umat muslim ketika  mendengarnya. Beberapa hari yang lalu public dihebohkan dengan beredarnya video di media sosial tentang lawakan yang dilontarkan Andre Taulany saat menjadi host bersama Sule dalam sebuah acara televisi dengan bintang tamunya yaitu Virzha.

Dalam video itu, virzha menyampaikan kenapa dia memilih bisnis parfum, alasannya karena dulu pernah baca kisah nabi dan virzha mengaku mengagumi nabi Muhammad SAW yang wanginya seperti 1.000 bunga, kalau kita bisa wangi kenapa nggak ? ujar Virzha dari video yang dilihat. Lalu andre mengatakan “aromanya 1.000 bunga? Itu badan apa kebon ?”. perkataan itulah yang membuat hati umat muslim terluka, pasalnya dinilai menghina Rasulullah SAW yang menjadi suri tauladan setiap umat muslim.

Hukum bercanda dalam islam adalah mubah. Dalilnya antara lain “ dari Al Hasan, bahwa pernah seorang nenek tua mendatangi Rasulullah SAW. nenek itu pun berkata wahai Rasulullah berdoalah pada Allah agar Dia memasukkanku kedalam Surga, Nabi menajawab, wahai Ummu Fulan, surga tak mungkin dimasuki oleh nenek tau. Nenek itu pun pergi sambil menangis. 

Nabi pun bersabda kepada para sahabat, kabarilah dia bahwa surga tidaklah di masuki dia sedangkan ia dalam keadaan tua. Karena Allah ta’ala berfirman artinya “Sesunguhnya Kami menciptakan mereka ( bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan lagi sebaya umurnya.” ( QS Al Waqi’ah : 35-37). (HR, Tirmidzi). Maksudnya orang yang masuk surga memang tidak ada yang tua, karena mereka sudah kembali muda lagi (MuslimahNeswId).

Meskipun secara syar’i hukumnya mubah, seharusnya seorang muslim dapat memilah apakah perbuatannya tersebut bertentangan dengan hukum syara’ atau tidak. Karena semua di atur dalam islam, bahkan dari bangun tidur sampai bangun negara islam punya aturannya yang bersumber dari Al- Quran dan As-sunnah. 

Seharusnya ketika melakukan sesuatu tidak mengolok-olok atau mempermainkan agama, tidak berkata yang mengandung kebohongan, tidak mengejek atau menyakiti perasaan orang lain, dan tidak melampaui batas. karena setiap perkataan atau perbuatan akan diminta pertanggungjawaban. [MO/IP]




Advertisement