"Islam Garis Keras" By Ustadz Felix Siauw

"Islam Garis Keras" By Ustadz Felix Siauw
"Islam Garis Keras" By Ustadz Felix Siauw
"Islam Garis Keras" By Ustadz Felix Siauw

Islam Garis Keras
Oleh: Ustadz Felix Siauw

Dulu, ketika penjajah masih bercokol di Nusantara, mereka mendapatkan perlawanan dari ummat Islam di Indonesia, yang berdiri atas nama jihad mengusir penjajah

Penjajah jelas tidak suka, kepentingannya terganggu, maka mereka berikan label, mereka yang melawan ini lalu disebut dengan Islam garis keras

Abad berikutnya, Amerika datang dengan program yang sama, ingin menguasai dunia ketiga, mengeruk alam yang mereka punya, juga mengalami perlawanan

Yang melawan Amerika, yang tak suka dengan perkara kedzaliman, lalu dilabeli Islam teroris, Islam fundamentalis, Islam ekstrimis, Islam intoleran

Sementara jenis lain, yang diam terhadap penjajahan, atau bahkan yang berpihak pada mereka, mereka sebut, ini Islam damai, Islam modern, kontemporer

Begitulah cara mereka memecah belah. Berikan label, rangkul yang satu tikam yang lain, injak yang satu, angkat yang lain, politik belah bambu, divide and conquer

Sadar atau tidak sadar, mereka yang selama ini teriak "Jangan Suriahkan Indonesia", "NKRI harga mati", adalah mereka yang paling suka teriak narasi perpecahan

Indonesia dan tidak, Pancasilais dan tidak, hanya dilihat dari apakah dukung jagoannya atau tidak. Selain pendukung jagoannya, halal dipersekusi

Padahal, yang dikatakan wilayah-wilayah Islam garis keras itu, justru dulu yang menyelamatkan Indonesia, tak hanya sekali, berkali-kali, bila kita pahami sejarah

Bijak dalam berbicara. Tak mudah merajut kembali apa yang sudah dirobek oleh tuduhan. Mulai dari kita, kita harus paham bahwa Islam itu memperbaiki

Ini bukan hanya tulisan untuk orang lain, tapi untuk saya dan untuk kita semua. Tak menunjuk hidung orang melainkan hidung sendiri

Berbenah itu mulai dari rumah sendiri, dari hati sendiri, dari lisan sendiri. Lalu berdoa pada Allah, semoga Allah jaga Indonesia, tetap pada kehendak-Nya

#Islam #gariskeras

Sumber: FB

[news.beritaislam.org]

Subscribe to receive free email updates:




Advertisement