Mau Berantas Korupsi? Campakkan Demokrasi dan Terapkan Islam

Mau Berantas Korupsi? Campakkan Demokrasi dan Terapkan Islam
Mau Berantas Korupsi? Campakkan Demokrasi dan Terapkan Islam
Mau Berantas Korupsi? Campakkan Demokrasi dan Terapkan Islam


Oleh: Mochamad Efendi
Mediaoposisi.com- Semua partai pasti memiliki satu slogannya untuk berantas korupsi, tolak korupsi dan anti korupsi. Dan bahkan ada partai yang akan menangkap sendiri jika ada anggotanya yang terbukti korupsi.
Keingian yang baik tanpa diikuti cara atau thoriqoh yang benar hanya akan menjadi mimpi penghias tidur yang tidak akan pernah terjadi. Untuk memberantas korupsi tentunya harus diketahui akar permasalahan yang menyuburkan praktek korupsi. Kemudia, temukan solusi fundamental untuk bisa memberantas korupsi.

Di alam demokrasi, korupsi dan jual beli jabatan tumbuh subur bahkan ini diakui oleh pelakunya sendiri bahwa demokrasi mendorong para pejabat menjadi penjahat karena biaya untuk kursi kekuasaan sangatlah mahal.
Demokrasi akar permasalahan dari menjamurnya tindakan korupsi. Tentu kita masih ingat anggota legislatif kota Malang hampir semuanya terlibat korupsi. Ini seperti fenomena gunung es yang ada ditengah lautan.
Apa yang terungkap dan terlihat adalah sebagaian kecil fakta yang yang terungkap oleh KPK. Jumlah yang sebenarnya akan lebih besar lagi. Lalu bagaimana korupsi bisa diberantas dari muka bumi ini ?

Pertama, campakkan demokrasi karena akar permasalahan tumbuh suburnya korupsi adalah diterapkannya demokrasi. Demokrasi hanya akan menciptakan orang-orang yang tamak akan harta. Banyak orang menjadi hamba harta dan jabatan.
Mereka kering akan nilai agama sehingga mudah tergelincir untuk melakukan korupsi. Pemikiran sekularisme dan kapitalisme yang ditanamkan pada pemahaman umat dalam sistem demokrasi memasung agama hanya ditempatkan di tempat ibadah saja.
Saat menjalani kehidupan kesadaran hubungan dengan Allah menghilang. Kesadaran itu hanya ada saat mereka ditempat ibadah dan saat sholat menghadap sang pencipta. Mereka memiliki kepribadian ganda, terlihat alim namun menghalalkan segala cara saat menjalani kehidupan.
Dalam kapitalisme, tujuan hidup adalah memperoleh materi sebanyak-banyaknya. Arti kebahagiaan diukur dari banyaknya materi yang diperoleh seseorang. Kesuksesan dilihat dari rumah mewah, mobil mahal dan uang deposito yang mereka pikir bisa membuat mereka kekal di dunia. Sementara biaya politik sangatlah mahal sehingga ini yang mendorong para pejabat untuk menjadi penjahat, melakukan korupsi.
Sementara hukum bisa dipermainkan dengan uang. Hukum tajam kebawah, namun tumpul ke atas. Dan siapa saja yang berada dalam lingkaran kekuasaan seolah tidak tersentuh hukum. Ini adalah fakta sehingga banyak pelaku korupsi tidak takut dan jera.
Hukum dalam sistem demokrasi dibuat anggota legislatif di parlemen. Jika di parlemen banyak yang terlibat korupsi, hukum yang dihasilkan tidak mungkin bisa tegas dan keras pada pelaku korupsi. Banyak koruptor yang ditangkap tapi tindakan apa yang diberlakukan tidak jelas sehingga tidak membuat jera koruptor dan juga takut bagi yang lain.
Jika sudah tahu demokrasi akar permasalahanya, kita harus berani mencampakkannya. Demokrasi sudah terbukti gagal membentuk jiwa bertaqwa yang takut untuk melakukan korupsi. Hukum yang tidak tegas membuat para koruptor tidak takut untuk melakukannya. Jika demokrasi masih diterapkan, pemberantasan korupsi hanyalah ilusi yang tidak mungkin terjadi.
Setelah berani mencampakkan demokrasi, terapkan Islam secara kaffah. Islam adalah solusi fundamental untuk masalah kehidupan yang datang dari Tuhan yang menciptakan manusia. Islam akan mendidik umat agar memiliki pribadi bertaqwa sehingga terbentuklah manusia yang memiliki kesadaran hubungan dengan Tuhannya, tidak hanya di tempat ibadah tetapi juga di tempat kerja.
Tujuan hidup dalam Islam adalah mencari ridho Allah dan kebahagiaan tercapai saat Allah ridho dengan apa yang dikerjakan. Kebahagiaan bukan diukur dengan melimpahnya materi kekayaan.
Hukum dalam sistem Islam sangat tegas dan keras pada pelaku korupsi. Hukum tidak pandang bulu meskipun dia adalah seorang penguasa di negeri itu. Karena dalam Islam, semua mempunyai kedudukan sama didepan hukum.
Jika korupsi disamakan dengan mencuri uang rakyat, hukuman potong tangan layak diberlakukan. Eksekusi bisa ditayangkan di semua media secara langsung sehingga bisa membuat jera baik pelaku maupun membuat takut bagi lain. Hanya dengan Islam pemberantasan korupsi bisa terwujud.
Dua langkah di atas harus dilakukan jika tidak keinginan memberantas korupsi hanya angan -angan yang tidak pernah terwujud. Korupsi adalah penyakit akut di negeri ini.
Butuh cara yang tepat untuk menyembuhkan penyakit ini yakni berani mencampakkan demokrasi dan menjadikan Islam sebagai solusi fundamental untuk menyelesaikan seluruh masalah kehidupan termasuk pemberantasan korupsi. [MO/ra]



Advertisement